Codex Naik Tahta, Kere Hore Naik Kelas, dan Semua Orang Jadi Multi-Tool — AI Tools Digest #6
Codex Naik Tahta, Kere Hore Naik Kelas, dan Semua Orang Jadi Multi-Tool
Minggu ini 850 pesan. Dan yang paling menarik bukan satu tool baru — tapi kenyataan bahwa tidak ada yang pakai cuma satu tool lagi. Semua orang sudah punya "combo" masing-masing, kayak pemain fighting game yang hafal movesetnya. 😅
⚔️ Codex vs Opus — Head-to-Head yang Mengejutkan
Kalau minggu lalu masih soal hype tools baru, minggu ini kita masuk fase yang lebih matang: benchmark sendiri. Dan hasilnya mengejutkan beberapa orang.
Mas Oshi bikin head-to-head langsung antara Codex 5.3 High dan Opus 4.6 di Copilot CLI. Task-nya: explore cara running project Aspire yang banyak dependency. Hasilnya? "Codex mulus sukses.. Opus banyak ngedit existing code untuk bikin workaround, dan tetep gak jalan 😂"
Tapi cerita tidak berhenti di situ. Mas Riza Rohman punya pengalaman sebaliknya: "masih bingung implementasi Codex 5.3 ini dimana. Buat planning dan casual exploration juga jelek banget. Cuma kasih bullet points." Jadi bukan soal mana yang lebih bagus secara absolut — tapi soal di mana masing-masing bersinar.
Mas Michael merangkum konsensusnya dengan elegan: Opus untuk brainstorming dan planning, Codex untuk execution. Dan dia sendiri sudah menjalankan flow itu — "so far cukup puas dengan brainstorming dan plan sama Opus", lalu eksekusi pakai Codex di Amp Code deep mode.
Yang paling penting dari diskusi ini: agent harness matters. Seperti yang saya bilang di grup, "Sama-sama Opus, kalau beda harnessing-nya, beda juga hasilnya." Bukan cuma model yang penting, tapi cara mempekerjakan LLM end-to-end — kapan dipanggil, context-nya apa, kapan cache hit. Ini yang bikin Amp Code dan pi.dev terasa berbeda meskipun pakai model yang sama.
Pertanyaan yang lebih menarik: kalau Codex sudah bisa execute dengan baik, apakah kita masih butuh Opus untuk semuanya? Atau kita sudah masuk era model specialization — Opus mikir, Codex ngerjain?
🔥 Multi-Tool Workflows — Masa Depan yang Sudah Terjadi
Ini tren paling jelas minggu ini: tidak ada yang pakai satu tool lagi. Semua orang punya combo, dan tiap combo unik sesuai kebutuhan dan budget.
Mas Ivan share workflow-nya yang paling mature: Codex sebagai "hammer" untuk medium features — "Codex bagi saya jd 'hammer' buat yg ngerjain 1 feature medium size. Dr awal sampai akhir. Dengan implementation yg solid + prompting untuk kerjakan sampai selesai, code review, test, dan review dengan model lain. Sampai create PR." Satu feature kelar dalam 45-60 menit, dan di Copilot cuma 1 premium request. Setelah itu refinement pakai Kimi untuk frontend — "si Kimi eksekusi nya lebih cepat dan tepat". Terakhir, Gemini CLI untuk browser tests dengan Chrome MCP tool. Tiga model, tiga tugas, satu workflow.
Mas Andre Pratama — yang baru kenal pi.dev minggu lalu — langsung all-in: "Terima kasih untuk mas mas yang sudah rekomendasi pi.dev — asli mantep banget wkwk." Workflow-nya: Claude Code + Amp Code Free + pi.dev login pakai Copilot kantor. Bahkan untuk task kecil, pi.dev terasa "lebih kreatif dan teliti sama hal-hal kecil".
Mas Riza Rohman punya pendekatan paling eklektik: "mix claude+copilot+codex+kimi+opencode free model 😂". Lima tools sekaligus. Dan ini bukan anomali — ini jadi norma baru.
Saya sendiri sekarang turun ke Claude Max $100 karena kantor sudah kasih Claude Teams. Untuk OpenClaw saja, plus coding kerjaan pakai plan kantor dan gratisan Amp deep mode. Sejauh ini masih cukup sih, selama pakainya yang deep mode. Karena kalau smart mode cepet habis juga credits gratisannya. 😅
Artinya apa? Era single-tool loyalty sudah berakhir. Pertanyaannya sekarang bukan "pakai apa" tapi "kombinasi apa yang optimal untuk use case kamu."
🤖 Droid Mission Control — Orchestrator Baru yang Bikin Geleng
Droid dari Factory AI rilis fitur Mission Control, dan Mas Zahid langsung coba. Reviewnya? "So far cukup bagus, dia di awal planning dulu, terus misal di tengah-tengah perlu alignment masih bisa, otomatis adjust artifact plan-nya, terus re-organize worker-nya."
Yang bikin unik: sebelum eksekusi, Droid bikin skill dulu untuk worker-nya. "Instead of kita taruh docs di plan, untuk framework/libs related dia masukin ke skill," kata Mas Zahid. Ini pendekatan yang berbeda dari omo yang agentnya sudah punya spesialisasi bawaan.
Dan yang paling penting buat kaum mendang-mending: jauh lebih hemat token dibanding omo. Mas Zahid sendiri bandingkan langsung — omo "token nya bocor banget 🤣", sementara Droid bisa di-tinggal tidur, bangun-bangun kelar semua.
Bonus: Droid support BYOK (Bring Your Own Key), jadi tidak harus subscribe service mereka. Meskipun Mas Michael sinis — "ya namanya jualan mesti subs service mereka 😂" — ternyata memang bisa pakai key sendiri.
Sementara itu, Oh-My-Pi (omp) berevolusi jadi Oh-My-OpenAgent — tanda bahwa ekosistem agent CLI makin mature. Pertanyaannya: dalam 3 bulan, berapa banyak orchestrator yang bakal survive?
💸 "Sobat Mentok Kanan" dan Naiknya Batas Kere Hore
Diskusi paling lucu sekaligus paling menyakitkan minggu ini. Dimulai dari Mas Michael yang share tweet soal biaya AI tools di berbagai negara. Mas Iqbal langsung respon: "Full gaji mas wkwk" — soal berapa persen gaji yang habis buat subscription.
Lalu muncul istilah baru yang langsung viral di grup: "sobat mentok kanan" — orang-orang yang gajinya cukup besar sampai subscription AI berasa kayak jajan. Mas Mukhlis yang memulai: "New tier unlocked: sobat mentok kanan 😂", setelah Mas Michael bilang "subs max mungkin sama dia sama kek subs pro di kita 😂".
Mas Zahid memberikan perspektif yang paling real: "yg jadi masalah bukan mentok kananya, tapi kurs mata uang kita aja yg terlalu mentok bawah. wkwkkw"
Dan batas "kere hore" resmi naik. Mas Michael menganalisis: "sepertinya kere hore di waktu skrg sdh naik ke angka under $40 deh. Dulu kan awal-awal kere hore dibawah $20." Mas Desilino — yang subscribe $39 — kaget: "Gw pikir gw yg subscribe $39 an udah lepas dari title kere hore 🙈"
Sementara itu, Singapura kasih bansos AI premium gratis ke warganya. Bansos-nya Singapore memang beda level 👍🏼. Mas Desilino pun akhirnya menyerah: "Dan setelah mempertimbangkan budget dan kebutuhan kerja gw pun balik ke cli aja, uninstall openclaw 🥲"
Ide bisnis paling kreatif? Mas Ivan: "Jualan token ketengan pakai kartu untuk Claude Code enak kayaknya 😅. Kayak wifi di rumahan. Jam-jaman 😁" — dan Mas Michael langsung bilang "ini market di daerah dijamin laku keras 🔥". Saya rasa ini bukan cuma lelucon. Dengan kondisi kurs saat ini, model bisnis kayak gini mungkin memang ada pasarnya.
🛡️ Claude Down, Akun Kena Suspend, dan OpenClaw Manggil Miner
Minggu security yang cukup ramai. Claude sempat down — sepertinya terkait insiden data center AWS. Mas Zahid malah memanfaatkan situasinya: "Tapi gara-gara itu bisa nge-spam subagent dan gk kena limit 🤣 🤣 🙈"
Yang lebih serius: Mas Ahsan kena suspend akun Claude. Email dari Anthropic cukup dingin — "An internal investigation of suspicious signals associated with your account indicates a violation of our Usage Policy." Belum jelas karena pakai tools apa, tapi ini bikin beberapa orang nervous.
Di sisi lain, Mas Tegar share bahwa OpenClaw-nya manggil crypto miner. 😱 Pertanyaannya: "Hardening OpenClaw nya gimana ya biar gak exec apapun yang dia baca?"
Jawaban saya sederhana tapi fundamental: pakai model frontier. Ibarat kata, kalau kita kasih SOP yang kompleks ke anak intern, pasti puyeng dan tetep gampang ketipu maling. Tapi kalau yang pegang SOP itu senior engineer, bakalan lebih gampang menaatinya — bahkan tanpa SOP pun sudah punya sense of security yang lebih baik.
Selain itu, Mas Shofy share case study menarik soal supply chain attack yang ketemu prompt injection. "Teorinya sebenarnya simpel. Tapi justru itu yg bikin ngeri," katanya.
Pelajarannya: kita semua makin tergantung pada tools yang bisa execute arbitrary code. Kalau belum punya defense layer, sekarang waktunya mulai. 🛡️
📣 Claude Ambassador Program — Siapa Mau Jadi Duta?
Anthropic buka program ambassador dan grup langsung heboh. Mas Michael, saya, Mas Faris, dan Mas Galih langsung daftar. Mas Faris bahkan bilang: "Saya siap jadi marketer dan sales handal" — dan kita semua tahu dia serius. 😂
Mas Michael tetap humble: "gak bakal ekspetasi apa-apa kok saya mah. Sama yg lain remahan rengginang 😂". Tapi kemudian dia bilang sesuatu yang mungkin prophetic: "org Anthropic pas buka applicant yg Indonesia bakal shock. Pendaftar banyak banget pastin 🤣"
Mas Mukhlis saran ke Mas Michael: "kalaupun gak dapat bisa check ombak itu. Jadi kebayang spec BA Anthropic itu sampai mana 😂"
Siapapun yang dapat dari grup ini, satu hal pasti: share promo Anthropic ke sini. Seperti kata Mas Michael, "yg anggota grup sini misal ada yg tembus jgn lupa share-share promo anthropic 😂"
⚡ Quick Hits
- GPT-5.4 rilis — 1M context window, Amp deep mode langsung dapet Oracle. Mas Zahid: "sampek habis 2 akun GPT ku quota-nya"
- Claude Code voice mode — Sekarang bisa ngobrol sama Claude Code. Ga perlu WisprFlow lagi 🎤
- Compound engineering plugin untuk Claude Code — Mas Michael pakai dedicated agent untuk brainstorming dan planning. Catatan: "works sama CC rata kanan karena konsumsi tokennya luar biasa dahsyat 🙈"
- Google Workspace CLI (gws) — CLI untuk Gmail, Calendar, Drive. Di-share via tweet Addy Osmani. Mas Riza Fahmi: "Cocok dikonsumsi oleh si kepiting rebus nih". Mbak Eka senang: "Akhirnya ada juga yg official" — meskipun ternyata bukan resmi dari Google 😅
- Kimi K2.5 — positioning antara Opus dan Sonnet. Mas Zahid review: "bagus mas dia diantara Opus 4.6 dan Sonnet 4.6". Bansos dari Kilo Code sudah abis.
- Lovable.dev free 24 jam + $100 Anthropic API credits — Minggu 12:00 - Senin 12:59. Di-share Mas Mukhlis.
- Qwen 3.5 running local di iPhone 17 Pro 😱 — On-device LLM makin nyata
- Overstory — Mas Tunggul sebut ini "si mbahe treehouse"
- Codex fast mode — Diumumkan OpenAI, tapi app only untuk sekarang
- Fizzy CLI — CLI resmi untuk project management. Self-host butuh 2GB RAM — mending bayar $20/bulan 😅
- Oh-My-Pi evolusi jadi Oh-My-OpenAgent — dari pi-specific ke multi-agent 🔥
📈 Tren Minggu Ini
Emerging:
- Multi-model workflows jadi norma — Codex + Kimi + Gemini dalam satu pipeline
- Agent orchestration wars — Droid Mission Control, omo, compound engineering berlomba
- CLI tools makan pasar IDE — bahkan Cursor rilis versi CLI
Continuing:
- Kere hore threshold naik dari $20 ke $40 — dan masih naik
- Pi.dev fanbase solid — Mas Michael sebagai unofficial ambassador 😆
- Model China (Kimi, GLM, Qwen) sebagai alternatif budget
Fading:
- Single-tool loyalty — semua orang mixing 3-5 tools
- Opus sebagai default tanpa pikir — Codex gaining ground serius
- IDE-first approach — terminal menang (untuk sekarang)
📰 Artikel yang Di-share
- Welcome to the Wasteland: A Thousand Gas Towns — Sekuel Steve Yegge. Mas Michael: "kecepatan ngalahin framework js pada masanya 🤣"
- Building Claude Code with Boris Cherny — Di-share Mas Riza Fahmi. Ada kuis: apa app pertama sang creator Claude Code? 🤔
- Are Code Reviews Dead? — Latent Space. Di-share Mas Shofy.
- Supply Chain Security meets Prompt Injection — Case study ngeri soal vendor security kena jailbreak. Di-share Mas Shofy.
- Rewrite Your CLI for AI Agents — Artikel dari pembuat gws.
- Singaporeans to Receive Free Premium AI Subscriptions — Bansos Singapore yang bikin iri.
✅ Yang Perlu Dicoba Minggu Ini
- Droid Mission Control — Long-horizon task orchestration. BYOK supported, lebih hemat token dari omo.
- Head-to-head test Codex vs Opus — Coba di use case sendiri. Copilot CLI bisa jadi starting point murah.
- Google Workspace CLI (gws) — Bikin agent kamu bisa akses Gmail, Calendar, Drive via terminal. Cek tweetnya.
- Evaluasi multi-tool combo — Codex (execution) + Opus/Kimi (planning) + free tier Amp (coding). Sesuaikan dengan budget.
- Claude Ambassador Program — Nothing to lose. Apply aja.
👥 Kontributor Minggu Ini
- Mas Michael — 271 pesan. Link curator supreme. Pi.dev unofficial ambassador. "kecepatan ngalahin framework js" 🤣
- Mas Zahid — Droid reviewer, Kimi evaluator, hot take machine. "kurs mata uang kita terlalu mentok bawah"
- Mas Ivan — Multi-tool workflow maestro. Codex sebagai hammer, Kimi untuk refinement. Token ketengan visionary.
- Mas Riza Rohman — Codex skeptic turned pragmatist. Mix 5 tools sekaligus.
- Mas Iqbal — Budget reality check. "Full gaji mas wkwk"
- Mas Faris — Claude ambassador candidate. GLM refund success story.
- Mas Galih — Ollama Cloud explorer. Claude ambassador applicant.
- Mas Desilino — Honest review: uninstall OpenClaw karena budget. $39 belum cukup lepas kere hore.
- Mas Tunggul — AWS incident analyst. Overstory = "mbahe treehouse".
- Mbak Eka — Pi.dev skeptic-turned-user. Ampcode FOMO. gws cheerleader.
- Mas Riza Fahmi — Boris Cherny quiz master. gws discoverer.
- Mas Oshi — Codex vs Opus head-to-head tester. Data-driven approach.
- Mas Andre Pratama — Pi.dev convert. Multi-tool workflow pioneer.
- Mas Ahsan — Amp deep mode user. Claude suspension victim 😢.
- Mas Shofy — Security awareness champion. Supply chain + prompt injection.
- Mas Tegar — OpenClaw hardening explorer. Crypto miner discovery.
- Mas Mukhlis — Lovable.dev info + "sobat mentok kanan" coiner. Claude BA spec check.
- Mas Cecep — Full opencode + Kimi workflow. Terminal purist.
- Mas Ardit — Factory/Droid power user. Mission Control early adopter.
- Mas Budi — Alibaba Cloud AI referral sharer.
- Mas Wali — M-shaped person advocate. Product thinking + AI.
- Mas Joko — Gemini CLI early adopter. Weekly digest reader.
Ditulis dari dalam grup, bukan dari luar. Zain Fathoni, dengan bantuan Bro Pro 🚔, Kang Re 📼, dan Lek Jack 🛠️ — 8 Maret 2026